Sistem Kopling (Clutch)

Thursday, April 5, 2018

Setiap kendaraan mobil masing-masing memiliki mesin dan transmisi yang menghasilkan tenaga untuk diteruskan ke roda untuk dapat berjalannya kendaraan tersebut. Salah satu komponen penting yang berhubungan dengan mesin dan transmisi adalah kopling (clutch).

Kopling (Clutch)
Kopling (clutch) terletak di antara mesin dan transmisi yang berfungsi untuk menghubungkan dan melepaskan putaran mesin ke transmisi.
Selain itu, kopling juga dapat memindahkan daya tenaga dari mesin ke roda penggerak (Drive wheel) secara lembut selama perkaitan roda gigi transmisi dengan roda gila (flywheel).


Oleh karena itu, kopling memiliki syarat-syarat yang sesuai dengan kinerja kebutuhan mesin dan transmisi. Adapun syarat-syarat yang harus dimiliki kopling adalah sebagai berikut :

Syarat-syarat Kopling

Kopling harus dapat menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut, agar pada saat terjadi pemindahan daya dari mesin ke transmisi tidak berisik sehingga tidak mengganggu kenyamanan saat mengemudi.
Kopling harus dapat memindahkan daya tenaga mesin ke transmisi tanpa slip, agar pada saat pemindahan daya mesin ke transmisi dapat bekerja dengan optimal.
Kopling harus dapat memutuskan putaran mesin ke transmisi dengan sempurna dan cepat, agar pada saat pembebasan daya dari mesin ke transmisi tidak sulit.

Komponen-komponen Kopling

Kopling terdiri dari :


  • Plat kopling (clutch disc)
  • Plat penekan (pressure plate)
  • Pegas diafragma (diapragm spring)
  • Bantalan pembebas (release bearing)
  • Tutup kopling (clutch cover)
  • Garpu pembebas (release fork)
  • Silinder pembebas (release cylinder)




Tutup Kopling (Clutch Cover)
Clutch cover terikat dengan roda penerus (flywheel) maka pada saat mesin berputar, tutup kopling (clutch cover) juga ikut berputar bersama roda penerus (flywheel). Putaran mesin harus seimbang, oleh karena itu plat kopling harus balance dengan putaran mesin dan juga harus memiliki kemampuan memindahkan panas dengan baik.

Tutup kopling (clutch cover) dibagi menjadi dua, yaitu clutch cover tipe coil spring dan clutch cover tipe diagram spring.

Clutch Cover Tipe Coil Spring


Tipe ini terdiri dari :

  • Clutch disc (plat kopling)
  • Pressure plate
  • Pressure plate
  • Release fork
  • Release bearing  
  • Release lever
  • Pressure spring
  • Clutch cover


Cara Kerja :


  • Saat pedal ditekan

Release fork menekan release bearing, release bearing menekan release lever sehingga release lever mengangkat pressure plate melalui pivot pin melawan tekanan pressure spring dan menyebabkan plat kopling terbebas (tidak terjepit di antara flywheel dan pressure plate) dan putaran mesin tidak dapat diteruskan ke input shaft transmisi.


  • Saat pedal dilepas

Release fork tidak menekan release bearing, release bearing tidak menekan release lever sehingga pressure spring menekan pressure plate dan pressure plate menekan clutch disc ke flywheel. Terjadi pemindahan daya.

Mesin (flywheel) = clutch cover = pivot pin <= release lever = pressure plate = clutch disc = spline = input shaft transmisi.

Keuntungan :

  • penekanan terhadap plat kopling kuat


Kerugian :

  • Tenaga untuk menekan pedal kopling besar
  • Konstruksi rumit sehingga harganya mahal



Clutch Cover Tipe Diapragm Spring


Tipe ini terdiri dari :

  • Diapragm spring
  • Clutch disc
  • Release fork
  • Release bearing
  • Pressure plate
  • Clutch cover
  • Pivot ring
  • Retracting spring


Cara Kerja :


  • Saat pedal ditekan

Release fork menekan release bearing, release bearing menekan diapragm spring sehingga diapragm spring mengangkat pressure plate melalui pivot ring dan menyebabkan plat kopling terbebas (tidak terjepit diantara flywheel dan pressure plat) dan putaran mesin tidak dapat diteruskan ke input shaft transmisi.


  • Saat pedal dilepas

Release fork tidak menekan release bearing, release bearing tidak menekan diapragm spring sehingga diapragm spring menekan pressure plate dan pressure plate menekan clutch disc ke flywheel. Terjadi perpindahan daya.

Mesin (flywheel)  = clutch cover =  pivot ring = diapragm spring = pressure plate = clutch disc = spline = input shaft transmisi.

Keuntungan :

  • Daya penekanan pedal kopling lebih ringan
  • Penekanan  terhadap plat kopling lebih merata
  • Daya pegas tidak akan berkurang karena gaya sentrifugal saat kecepatan tinggi


Kerugian :

  • Penekanan terhadap plat kopling lebih kecil.


Plat Kopling (Clutch Disc)




Plat kopling digunakan sebagai pemindah tenaga dari mesin ke transmisi dengan lembut tanpa terjadi slip. Plat kopling dibuat sedemikian rupa agar dapat membebaskan hubungan dengan sempurna dan cepat tanpa terjadi slip.

Plat kopling terdiri dari :

1. Facing
Sebagai bidang gesek yang dikeling pada cushion plate.

2. Cushion Plate
Cushion plate dikeling pada disc plate yang berfungsi untuk memperlembut kopling saat berhubungan.

3. Torsion Damper
Berfungsi untuk meredam kejutan kopling saat berhubungan.
Plat Kopling (Disc Clutch)


Mekanisme Penggerak Kopling

Mekanisme penggerak kopling dibagi menjadi dua yaitu kopling mekanis (mechanical clutch) dan kopling hidraulis (hydraulic clutch).

Kopling Mekanis (Mechanical Clutch)




Kopling mekanis terdiri dari :


  • Clutch pedal
  • Clutch release lever
  • Clutch release cable
  • Release fork
  • Clutch cover


Kopling mekanis menggerakkan pedal kopling kemudian clutch release lever langsung menarik clutch release cable yang diteruskan ke release fork kemudian mengangkat clutch cover.

Kopling Hidraulis (Hydraulic Clutch)


Kopling hidraulis terdiri dari :


  • Clutch pedal
  • Master cylinder
  • Flexible hose
  • Release cylinder
  • Release fork
  • Clutch cover


Pada kopling hidraulis, gerakan pedal kopling dirubah menjadi tekanan hidraulis oleh master cylinder yang kemudian diteruskan oleh release fork melalui release bearing.

Master Silinder Kopling




Master silinder kopling berfungsi untuk merubah tekanan mekanik menjadi tekanan hidraulis.

Master silinder kopling terdiri dari :


  • Resevoir tank
  • Piston
  • Push roda
  • Inlet Valve
  • Connectingring
  • Connecting rod
  • Connecting spring
  • Spring retainer


Cara Kerja :


  • Saat pedal kopling ditekan


Connecting rod bergerak karena tekanan dari conical spring dan mengakibatkan Resevoir tertutup oleh inlet Valve, kemudian tekanan diteruskan ke pipa dan release cylinder.


  • Saat pedal kopling dilepas

Piston kembali ke posisi awal oleh tekanan compression spring, connecting rod tertarik oleh spring retainer melawan tekanan conical spring, sehingga inlet Valve terbuka.

Slinder Pembebas Kopling




Silinder pembebas kopling berfungsi untuk meneruskan tekanan hidraulis dari master silinder.

Silinder pembebas kopling terdiri dari :


  • Push roda
  • Cylinder cup
  • Cylinder body
  • Conical spring
  • Piston


Kopling Otomatis (Turque Converter)
Kopling otomatis (turque converter) berfungsi memindahkan serta memutuskan hubungan putaran mesin ke transmisi secara otomatis.

Kopling otomatis digunakan pada kendaraan yang menggunakan transmisi otomatis yang diisi dengan Minyak transmisi otomatis (ATF) dan adanya aliran fluida yang memindahkan momen mesin.


Share

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2015. Blog Otomotif